Kalender

June 2014
S M T W T F S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

my prenz,,,

be healthy

your food is your medicine
01 25th, 2011

Diabetes gestasional

Author: SUSI NUROHMI
10 31st, 2010


Apasih Diabetes Gestasional itu????

Diabetes gestasional atau diabetes ibu hamil yakni suatu bentuk diabetes yang berkembang pada beberapa wanita selama kehamilan. Diabetes gestasional terjadi karena kelenjar pankreas tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup untuk mengkontrol gula darah ( glukosa ) wanita hamil tersebut pada tingkat yang aman bagi dirinya maupun janin yang dikandungnya. Diagnosis dilakukan berdasarkan pemeriksaan darah yang menunjukkan wanita hamil tersebut mempunyai kadar gula yang tinggi dalam darahnya dimana ia tidak pernah menderita diabetes sebelum kehamilannya. Kelainan ini pada prinsipnya sama dengan gejala utama pada penyakit diabetes yang lain yaitu sering buang air kecil (polyuri), selalu merasa haus (polydipsi), dan sering merasa lapar (polyfagi). Namun yang membedakan adalah keadaan pasien saat ini sedang hamil.

Seperti halnya penyakit diabetes pada umumnya, pada pemeriksaan gula darah pun ditemukan nilai yang tinggi pada kadar gula darah puasa dan 2 jam setelah makan serta bila dilakukan pemeriksaan kadar gula pada urine (air kencing) juga ditemukan reaksi positif.

Namun demikian Diabetes gestasional berbeda dengan diabetes lainnya dimana gejala penyakit ini akan menghilang setelah bayi lahir. Tipe diabetes yang umum dijumpai adalah diabetes tipe 1 dan tipe 2, yang akan berlanjut terus sepanjang hidup orang tersebut setelah diagnosis penyakit ini ditegakkan. Namun demikian wanita hamil tersebut mempunyai resiko tinggi untuk menderita hipertensi selama kehamilannya. Dan pada saat itu, janin mempunyai berat yang berlebihan, menyebabkan kesulitan untuk melahirkan bahu janin melalui jalan lahir selama persalinan (distosia bahu). Hal ini dapat menyebabkan jejas pada saraf di leher bayi atau jejas-jejas lainnya pada persalinan sulit ini. Bayi yang besar juga membutuhkan suatu tindakan pembedahan ( seksio sesarea ) sehingga terhindar dari jejas pada persalinan normal.

Setelah persalinan, bayi akan mengalami masa /episode hipoglikemia (kadar gula darah lebih rendah dari normal), kadar kalsium yang rendah, kadar bilirubin darah yang tinggi ( jaundice) atau kesulitan bernapas. Bayi juga akan dihantui kecacatan diantaranya pada sistem saraf, sistem kardiovaskular dan sistem tulang. Maka dari itu, diharapkan wanita yang beresiko tinggi seperti :

• Wanita yang bertubuh gemuk.
• Wanita yang mempunyai keluarga terdekat seperti ibu, nenek, adik-beradik yang menghidap diabetes.
• Wanita yang pernah mengalami masalah kematian bayi semasa melahirkan.
• Wanita yang pernah lahirkan anak cacat.
• Wanita yang bertambah berat badan semasa hamil.
• Wanita yang mempunyai sejarah mengidap kencing manis ketika hamil .

Etiologi dan Patogenesis

Diabetes Gestational didefinisikan sebagai intoleransi glukosa dari berbagai derajat yang pertama kali terdeteksi selama kehamilan. Diabetes Gestational terdeteksi melalui pemeriksaan ibu hamil untuk faktor risiko klinis dan, di kalangan perempuan berisiko, tes toleransi glukosa abnormal yang biasanya, tetapi tidak selalu, ringan dan tanpa gejala. Diabetes Gestational muncul hasil dari spektrum yang luas sama kelainan fisiologis dan genetik yang menjadi ciri diabetes di luar kehamilan. Memang, wanita dengan Diabetes Gestational memiliki resiko tinggi untuk memiliki atau mengembangkan diabetes ketika mereka tidak hamil. Jadi, Diabetes Gestational memberikan kesempatan yang unik untuk mempelajari patogenesis awal diabetes dan untuk mengembangkan intervensi untuk mencegah penyakit ini.

Terdapat dua hal penting dalam etiologi diabetes gestasional ini. Pertama, kehamilan biasanya disertai oleh peningkatan resistensi insulin pada awal pertengahan kehamilan dan berlanjut pada trimester ketiga. Resistensi insulin ini merupakan hasil dari kombinasi adipositas ibu yang meningkat  dan efek insulin-desensitizing dari produk hormonal plasenta. Hal tersebut menunjukkan bahwa kontributor utama terhadap keadaan resistensi adalah hormon plasenta. Poin kedua adalah bahwa sel-sel β pankreas biasanya meningkatkan sekresi insulin untuk mengkompensasi resistensi insulin kehamilan. Sebagai hasilnya, perubahan dalam sirkulasi kadar glukosa selama kehamilan cukup kecil dibandingkan dengan perubahan besar dalam sensitivitas insulin. Kuatnya plastisitas dari β fungsi sel dalam menghadapi peningkatan resistensi insulin adalah ciri regulasi glukosa normal selama kehamilan (Buchanan & Xiang 2005).

Penanggulangan diabetes gestasional

Hal yang terpenting dari penanganan diabetes gestasional adalah mengontrol kadar gula dalam darah. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula dalam jumlah aman dan normal:

  • Pemantauan ketat penderita dan bayi dalam kandungan penderita
  • Pemeriksaan mandiri kadar gula darah
  • Terapi insulin, jika memang diperlukan
  • Pengaturan makan/diet dan olah raga

Strategi terapi diabetes mellitus pada ibu hamil meliputi manajemen diet, menjaga berat badan ibu tetap ideal, terapi insulin untuk menormalkan kontrol glikemik dan olah raga. Kebutuhan kalori dalam kehamilan kira-kira 5 kkal/kg lebih besar daripada orang dewasa yang tidak hamil. Pembatasan pemasukan karbohidrat yang dimurnikan merupakan tindakan yang baik. Protein dalam jumlah yang cukup hendaknya termasuk dalam diet (yaitu 1,5 gram/kg berat badan). Diet yang konsisten biasanya diberikan, termasuk makan 3 kali sehari dan makan ringan sebelum tidur.

Tujuan manajemen diet pada wanita yang mengalami diabetes gestasional secara langsung dapat menjaga perkembangan dan pertumbuhan janin, menjaga berat badan ibu tetap ideal, dan menormalkan konsentrasi glukosa darah ibu. Wanita yang mengalami diabetes gestasional sering memperoleh manfaat dari pemeliharaan diet individu dengan nutrisi. Oleh karena itu, pengurangan pada hiperglikemia postprandial merupakan tujuan yang penting.

Sesuai dengan pengelolaan medis DM pada umumnya, pengelolaan Diabetes Gestasional juga terutama didasari atas pengelolaan gizi/diet dan pengendalian berat badan ibu. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh penderita diabetes gestasional antara lain:

  1. mengontrol secara ketat gula darah.
  2. Menghindari adanya infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dilakukan upaya pencegahan infeksi dengan baik.
  3. Pada bayi baru lahir dapat cepat terjadi hipoglikemia sehingga perlu diberikan infus glukosa.
  4. Penanganan Diabetes Gestasional yang terutama adalah diet, dianjurkan diberikan 25 kalori/kgBB ideal, kecuali pada penderita yang gemuk dipertimbangkan kalori yang lebih mudah.
  5. Pemeliharaan berat badan ideal
  6. Memenuhi kebutuhan kalori dengan baik. Kebutuhan kalori adalah jumlah keseluruhan kalori yang diperhitungkan dari:

− Kalori basal 25 kal/kgBB ideal

− Kalori kegiatan jasmani 10-30%

− Kalori untuk kehamilan 300 kalor

− Kebutuhan protein ibu hamil 1-1.5 gr/kgBB

Jika dengan terapi diet selama 2 minggu kadar glukosa darah belum mencapai normal atau normoglikemia, yaitu kadar glukosa darah puasa di bawah 105 mg/dl dan 2 jam pp di bawah 120 mg/dl, maka terapi insulin harus segera dimulai.

1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber tenaga utama untuk kegiatan sehari-hari dan terdiri atas tepung-tepungan dan gula. Diabetisi dianjurkan mengkonsumsi padi-padian, sereal, buah dan sayuran karena mengandung serat tinggi, juga vitamin dan mineral. Makanan yang perlu dibatasi adalah gula, madu, sirup, kue-kue manis lainnya. Karbohidrat sederhana seperti gula hanya mengandung karbohidrat saja tetapi tidak mengandung zat gizi penting lainnya sehingga kurang bermanfaat bagi tubuh.

2. Protein

Protein adalah zat gizi yang penting utuk pertumbuhan dan pengganti jaringan yanng rusak. Oleh karena itu perlu makan protein setiap hari. Sumber protein banyak terdapat dalam ikan, ayam, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

3. Lemak

Lemak juga sumber tenaga. Bagi Diabetisi makanan jangan terlalu banyak digoreng, sebaiknya lebih banyak dimasak menggunakan sedikit minyak sepeti dipanggang, dikukus, dibuat sup, direbus atau dibakar. Batasi konsumsi makanan tinggi kolesterol seperti otak, jerohan, kuning

4. Vitamin & mineral

Vitamin dan mineral terdapat pada sayuran dan buah-buahan, berfungsi utuk membantu melancarkan kerja tubuh. Apabila kita makan makanan yang bervariasi setiap harinya maka tidak perlu lagi vitamin tambahan. Diabetisi perlu mencapai dan mempertahankan tekanan darah yang normal. Oleh karena itu perlu membatasi konsumsi natrium. Hindari makanan tinggi garam dan vetsin. Anjuran makan garam dapur sehari kira-kira 6-7 gram (1 sendok teh).